Pemerintah Yunani Akan Beri Rp30 Juta untuk Bayi yang Baru Lahir di Negaranya


Untuk upaya meningkatkan angka kelahiran untuk warganya, Pemerintah Yunani akan memberikan EUR 2.000 (Rp30 juta) atas kelahiran bayi di negara tersebut. Unutk saat ini sendiri negara ini memiliki penduduk sebanyak 10,7 juta jiwa. Namun diperkirakan dalam 30 ke depan penduduk akan menyusut sepertiganya.

Pada tahun 2015 nanti menurut orediksi dari Eurostat nantinya 36% pupulasi penduduk di Yunani akan berusia di atas 65 tahun. Dimana Hal tersebut akan berkaitan dengan tenaga kerja, jaminan sosial, terlebih lagi jika dilihat ekonomi Yunani saat ini.

Mengatur kebijakan adalah langkah paling serius yang diambil Yunani untuk mengatasi masalah demografisnya.  Bonus bayi diperkirakan menelan biaya EUR 180 juta (Rp2,7 triliun) setahun atau setara dengan 0,1 persen dari PDB. Kebijakan ini berlaku tak hanya untuk warga Yunani, tetapi juga untuk warga Uni Eropa dan non-Uni Eropa.

Posisi Yunani secara geografis yang merupakan titik kedatangan para imigran dan pengungsi meningkatkan harapan bahwa para pendatang dari berbagai negara akan meningkatkan Populasi Yunani.

Disebutkan bahwa Yunani akan semakin multikultur dalam beberapa tahun ke depan. Namun, para pendatang juga harus beradaptasi dengan budaya dan sistem yang ada di Yunani. Salah satu warga Yunani, Chandakas, mengatakan hal itu akan menjadi tantangan tersendiri bagi generasi Yunani baik tua ataupun muda.

George Prevelakis, seorang profesor di Sorbonne dan perwakilan tetap Yunani di Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan di Paris, mengatakan bahwa Yunani memiliki keunggulan sejarah.

"Yunani telah berulang kali memperbaharui dirinya baik secara demografis dan ekonomi melalui gelombang migran yang bukan bagian dari rencana negara tetapi hasil dari perkembangan geopolitik," katanya, dilansir dari laman The Guardian, Rabu (5/2).


Yunani tidak sendirian dalam menghadapi masalah demografi. Penurunan Angka Kelahiran juga terjadi di Spanyol, Italia, dan Siprus - memicu kekhawatiran melebarnya kesenjangan ekonomi di bagian utara-selatan Eropa.


Sumber: Akurat.co

Comments

Popular posts from this blog

RSUP Dr Sardjito Dibanjiri Permintaan Surat Keterangan Bebas Corona

Mukhamad Misbakhun Memilih Rumah Politiknya Pada Partai Golkar

Peresmian Gedung Menara BNI Bertepatan Dengan HUT BNI