Sanki WADA Diyakini Promotir Tidak Ganggu Perhelatan GP Rusia
Untuk semua turnamen olahraga tingkat internasional dalam waktu empat tahun kedepan, Badan Anti Doping Dunia (WADA) sudah menjatuhakan larangan tampil pada Rusia. Hal tersebut berdampak pada Olimpiade Tokyo 2020 dan Piala Dunia Qatar 2022 mendatang yang membuat Rusia absen.
Di sisi lain, Formula 1 (F1) telah terikat kontrak untuk menggelar balapan di Rusia. Kesepakatan tersebut terjadi hingga 2025 mendatang.
ROSGONKI selaku promotor F1 Grand Prix (GP) Rusia yakin hukuman yang dijatuhi oleh WADA tidak mempengaruhi balapan di Sirkuit Sochi, Rusia, untuk lima tahun ke depan. Pasalnya, secara hukum dan teknis sangat tidak memungkinkan untuk memindahkan balapan.WADA ban = perfect excuse for #F1 to kick the boring and awful #RussianGP off the calendar.— Luke Wallace (@Luke2Wallace) December 9, 2019
The space could be used by exciting tracks such as Imola, Nurburgring, Kyalami, Sepang, Fuji, Istanbul or a new destination.
But they won’t, because it would be the sensible thing to do
"Kontrak perhelatan F1 di Rusia telah disetujui sejak 2010, jauh sebelum investigasi yang dilakukukan oleh WADA, dan akan terus berlanjut hingga 2025." tulis pernyataan resmi ROSGONKI sebagaimana dikutip dari BBC.
"Kami yakin bahwa F1 GP Rusia akan tetap diselenggarakan pada 2020 dan tahun-tahun berikutnya. Kami juga mengundang semua orang untuk datang ke Sochi. Penjualan tiket berjalan lancar."
F1 sebenarnya berada di bawah naungan Federasi Otomotif Internasional (FIA). FIA juga diakui sebagai bagian dari Komite Olimpiade Internasional dan WADA. Namun, sampai saat ini, pihak FIA belum memberikan pernyataan resmi terkait hukuman yang dijatuhkan kepada Rusia.
Sumber: Akurat.co

Comments
Post a Comment