Achmad Baiquni Pernah Duduki Posisi Direktur Bisnis Usaha Kecil Menengah dan Syariah

Sumber: Google
Achmad Baiquni kini telah menjadi Direktur Utama Bank Negara Indonesia (BNI), tidak salah mempercayai Baiquni sebagai Dirut sejak tahun 2015 untuk BNI. Sejak dipercaya Achmad Baiquni sebagai 'bankir bertangan dingin' bank pelat merah ini konsisten menghasilkan kinerja positif dari waktu ke waktu.

Achmad Baiquni telah sukses menghantarkan BNI untuk mendapatkan laba bersih sebesar Rp13,62 triliun di sepanjang tahun 2017. Laba bersih itu meningkat sebanyak 20,1% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar Rp11,34 triliun.

Semakin meningkatnya pendapatan laba bersih tersebut merupakan hasil dari perkembangan bisnis pada segmen Business Banking dan Consumer Banking dengan disertai perbaikan kualitas aset.

Di tahun 2018 BNI masih mampu untuk menunjukan kinerja positifnya. Hal tersebut bisa dibuktikan dengan laba bersih BNI yang pada semester I-2018 mencapai Rp7,44 triliun atau tumbuh 16% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya hanya sebesar Rp 6,41 triliun.

Dengan didorongnya pertumbuhan laba bersih BNI ini oleh kuatnya pertumbuhan Pendapatan Bunga Bersih (NII) yang disertai perbaikan kualitas aset. Pertumbuhan NII meningkat dari Rp15,40 triliun pada semester I/2017 menjadi Rp17,45 triliun pada periode yang sama tahun ini. Angka tersebut tumbuh 13,3 persen lebih cepat dibandingkan pertumbuhan NII di industri perbankan nasional yang hanya mencapai 3,4 persen per April 2018.

Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga telah dicatat oleh BNI pada Semester I/2018 mencapai 13,5%. Dana murah (CASA) yang mendominasi DPK yang komposisinya telah mencapai 63,8% dari total dana yang terhimpun. Ruang bagi BNI untuk menyalurkan kredit pun masih terbuka lebar, ditandai dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) yang mencapai 87,3 persen pada semester I/2018. Seluruh kondisi itu memberikan keyakinan BNI mempunyai likuiditas yang baik dan ruang yang cukup untuk melanjutkan ekspansi kredit pada semester II/2018.

Selain sukses dalam performa bisnis, kepemimpinan Baiquni juga patut diapresiasi dalam hal inovasi pelayanan nasabah. Seperti belum lama ini, BNI sudah meluncurkan delapan produk layanan yang dikembangkan dengan berbasis teknologi digital untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan layanan perbankan yang semakin cepat, efektif, dan efisien.

Kedelapan produk digital BNI itu adalah, UnikQu, BNI Acquiring Online, BNI API Management, BNI e-collection, BNI Debit Online, BNI SMS Payment, BNI i-Pay, dan Agen46. Selain itu, BNI juga melaunching produk inovasi bernama YAP (Your All Payment) yang memudahkan nasabah dalam bertransaksi. Di mana nasabah tidak perlu lagi menggunakan mesin EDC untuk bertransaksi.



Inovasi-inovasi yang dilakukan BNI tersebut bahkan mendapat apresiasi Presiden RI, Joko Widodo pada pameran Indonesia Banking Expo (IBEX) 2017 yang lalu. Presiden mendukung upaya BNI dalam memberikan kemudahan nasabah untuk bertransaksi, bahkan berpesan agar masyarakat di edukasi ketika implementasi aplikasi inovasi tersebut dilaksanakan. Keberhasilan demi keberhasilan yang diraih Baiquni tentu tak lepas dari pengalaman dan karirnya selama ini.

Alumni Universitas Padjadjaran yang meraih master dari Business Management, Asian Institute of Management, Filipina, ini sebelumnya pernah menjabat Direktur Bisnis Usaha Kecil Menengah dan Syariah, Direktur Konsumer, kemudian Direktur Keuangan di bank yang sama. Pria necis tersebut juga mengasah kemampuannya dengan mengikuti beberapa pelatihan, kursus, dan seminar perbankan di dalam dan luar negeri, di antaranya Risk Management in Retail Banking yang diadakan oleh BSMR di Belanda, Executive Training for Director yang diadakan oleh The Wharton School of The University of Pennsylvania di Amerika Serikat.

Sumber: ObsessionNews

Comments

Popular posts from this blog

RSUP Dr Sardjito Dibanjiri Permintaan Surat Keterangan Bebas Corona

Mukhamad Misbakhun Memilih Rumah Politiknya Pada Partai Golkar

Peresmian Gedung Menara BNI Bertepatan Dengan HUT BNI